Fosfat dicalcium merupakan suplemen utama dalam nutrisi hewan yang menyediakan kalsium dan fosfor esensial untuk mendukung kesehatan tulang, fungsi otot, serta pertumbuhan secara keseluruhan. Pemilihan dosis fosfat dicalcium yang tepat sangat penting—dosis terlalu rendah dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, sedangkan dosis berlebihan dapat memicu gangguan metabolik atau kerusakan organ. Jumlah ideal bervariasi tergantung pada spesies hewan, usia, tahap produksi, dan kebutuhan diet. Agronutritions, penyedia solusi nutrisi hewan yang terpercaya, merumuskan fosfat dicalcium berkadar kemurnian tinggi yang disesuaikan dengan berbagai jenis ternak dan unggas, guna memastikan penyerapan nutrisi yang optimal dan keamanan. Di bawah ini adalah panduan lengkap untuk menentukan dosis fosfat dicalcium yang sesuai bagi hewan-hewan umum.
Dosis Fosfat Dicalcium untuk Unggas
Unggas—termasuk ayam, bebek, dan kalkun—memerlukan kalsium dan fosfor yang seimbang untuk pembentukan cangkang telur, perkembangan tulang, dan produksi telur. Untuk ayam broiler (unggas penghasil daging), dosis dicalcium phosphate yang direkomendasikan adalah 1,5% hingga 2,0% dari ransum pakan harian. Ini mendukung pertumbuhan otot yang cepat dan perkembangan kerangka yang kuat, mencegah gangguan kaki yang umum terjadi pada kawanan unggas berpertumbuhan cepat. Ayam petelur membutuhkan kadar yang lebih tinggi: 2,5% hingga 3,0% dicalcium phosphate dalam pakan, karena kalsium sangat penting untuk cangkang telur yang tebal dan kuat. Anak ayam dan ayam pejantan muda (calon ayam petelur) tumbuh optimal dengan 1,2% hingga 1,8% dicalcium phosphate, mendorong pertumbuhan tulang yang sehat tanpa membebani sistem yang masih berkembang. Dicalcium phosphate dari Agronutritions memiliki rasio kalsium-fosfor yang seimbang (biasanya 2:1), yang sesuai dengan kebutuhan metabolisme unggas, memastikan penyerapan yang efisien dan mengurangi limbah.

Dosis Dicalcium Phosphate untuk Ruminansia
Ruminansia seperti sapi, domba, dan kambing memiliki sistem pencernaan unik yang memengaruhi pemanfaatan dicalcium phosphate. Sapi perah dalam masa laktasi membutuhkan dosis tertinggi: 1,8% hingga 2,5% dari pakan. Laktasi menghabiskan cadangan kalsium dan fosfor, dan dicalcium phosphate yang cukup mendukung produksi susu, mencegah demam susu, serta menjaga kekuatan tulang. Ternak sapi potong—terutama anak sapi yang sedang tumbuh dan sapi jantan siap jagal—membutuhkan 1,2% hingga 1,8% dicalcium phosphate untuk mendukung pertumbuhan otot dan tulang. Domba dan kambing memiliki kebutuhan serupa: 1,0% hingga 1,5% dicalcium phosphate dalam makanannya, dengan jumlah lebih tinggi (1,5% hingga 2,0%) untuk betina yang sedang hamil atau menyusui. Agronutritions menyarankan penyesuaian dosis berdasarkan kualitas pakan—ruminansia yang merumput di padang rumput yang miskin fosfor mungkin memerlukan suplemen dicalcium phosphate tambahan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dosis Dicalcium Phosphate untuk Babi
Babi memiliki kebutuhan fosfat dicalcium yang spesifik dan berubah menurut usia serta tahap produksi. Anak babi (dipisahkan dari induk hingga 30 kg) membutuhkan 1,8% hingga 2,2% fosfat dicalcium dalam pakan karena tulang dan ototnya sedang berkembang pesat. Dosis ini mencegah kekurangan seperti rakhitis serta mendukung pertambahan berat badan yang sehat. Babi penggemukan (30 kg hingga siap panen) tumbuh optimal dengan 1,2% hingga 1,6% fosfat dicalcium, menyeimbangkan kebutuhan pertumbuhan dengan efisiensi metabolisme. Induk babi (hamil dan menyusui) memerlukan 1,5% hingga 2,0% fosfat dicalcium untuk mendukung perkembangan janin, produksi susu, dan kesehatan induk. Babi jantan (pejantan) membutuhkan 1,4% hingga 1,8% fosfat dicalcium untuk menjaga kinerja reproduksi dan kekuatan tulang. Fosfat dicalcium dari Agronutritions digiling halus agar mudah dicampur dalam pakan babi, memastikan distribusi merata dan asupan nutrisi yang konsisten di seluruh kawanan.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Dosis Fosfat Dicalcium
Beberapa faktor selain spesies dan usia memengaruhi dosis dicalcium phosphate yang sesuai untuk hewan. Rasio kalsium-fosfor dalam pakan sangat penting—kebanyakan hewan membutuhkan rasio 1,5:1 hingga 2:1 (kalsium terhadap fosfor) untuk penyerapan yang optimal. Jika pakan sudah mengandung kadar kalsium tinggi (misalnya, jerami alfalfa), dosis dicalcium phosphate harus dikurangi untuk menghindari ketidakseimbangan. Intensitas produksi juga berpengaruh: hewan dengan kinerja tinggi (misalnya, kuda pacu, sapi perah dengan produksi susu tinggi) membutuhkan dosis dicalcium phosphate yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang meningkat. Kondisi kesehatan juga menjadi pertimbangan—hewan yang sedang pulih dari penyakit atau cedera mungkin memerlukan tambahan dicalcium phosphate untuk mendukung perbaikan jaringan. Agronutritions menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan atau ahli nutrisi guna menganalisis komposisi pakan dan menyesuaikan dosis dicalcium phosphate berdasarkan faktor-faktor ini, sehingga diperoleh rencana nutrisi yang personal.
Panduan Keamanan untuk Suplementasi Dicalcium Phosphate
Meskipun dicalcium phosphate sangat penting, pemberian berlebihan membawa risiko. Kelebihan fosfor dapat mengganggu penyerapan kalsium, menyebabkan penyakit tulang metabolik, batu ginjal, atau menurunnya kesuburan. Untuk memastikan keamanan, ikuti kisaran dosis yang direkomendasikan dan hindari mencampur beberapa suplemen fosfor tanpa panduan profesional. Pantau kesehatan hewan secara rutin—tanda kelebihan dicalcium phosphate meliputi nafsu makan menurun, penurunan berat badan, atau keluaran urine yang tidak normal. Pada hewan dengan kondisi kesehatan tertentu (misalnya, penyakit ginjal), dosis dicalcium phosphate harus disesuaikan atau dibatasi. Dicalcium phosphate dari Agronutritions menjalani kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan kemurnian dan konsistensi, sehingga mengurangi risiko kontaminasi atau ketidakseimbangan nutrisi. Dengan mematuhi panduan dosis dan mengutamakan nutrisi seimbang, peternak dan pengasuh dapat memaksimalkan manfaat dicalcium phosphate sambil menjaga kesehatan hewan.