Dikalsium fosfat kemurnian tinggi merupakan fondasi utama dalam formulasi pakan modern, menyediakan kalsium dan fosfor esensial yang mendorong pertumbuhan hewan, kesehatan tulang, serta performa produksi. Berbeda dengan alternatif berkualitas lebih rendah, dikalsium fosfat kemurnian tinggi menjamin kadar nutrisi yang konsisten, impuritas minimal, serta penyerapan optimal—menjadikannya pilihan utama untuk pakan ternak, unggas, dan akuakultur. Namun, untuk memaksimalkan manfaatnya, penerapan yang tepat dalam formulasi pakan sangat penting, mulai dari penyeimbangan rasio nutrisi hingga memastikan pencampuran yang merata. Agronutritions, pelopor dalam bidang nutrisi hewan, memproduksi dikalsium fosfat kelas farmasi yang dirancang khusus untuk kegunaan pakan, menyediakan solusi andal bagi para formulator di seluruh dunia. Di bawah ini adalah panduan praktis untuk menerapkan dikalsium fosfat kemurnian tinggi secara efektif dalam formulasi pakan.
Memahami Kebutuhan Nutrisi untuk Hewan Sasaran
Langkah pertama dalam penggunaan dicalcium phosphate berkadar tinggi adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan nutrisi spesifik hewan sasaran. Spesies, usia, dan tahap produksi yang berbeda membutuhkan rasio kalsium-fosfor yang tepat—kebanyakan hewan tumbuh optimal dengan rasio 1,5:1 hingga 2:1 (kalsium terhadap fosfor). Sebagai contoh, ayam broiler yang sedang tumbuh membutuhkan fosfor lebih tinggi untuk mendukung perkembangan kerangka yang cepat, sedangkan ayam petelur membutuhkan lebih banyak kalsium (dipasangkan dengan dicalcium phosphate) untuk pembentukan cangkang telur. Hewan akuatik seperti ikan dan udang juga memiliki kebutuhan khusus—pakan mereka memerlukan dicalcium phosphate yang sangat tersedia hayati untuk mengimbangi penyerapan fosfor yang terbatas di lingkungan perairan. Agronutritions merekomendasikan merujuk pada pedoman nutrisi spesifik spesies (misalnya standar NRC) untuk menentukan jumlah dicalcium phosphate yang perlu ditambahkan, memastikan kebutuhan terpenuhi tanpa menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.
Seimbangkan Rasio Kalsium-Fosfor Secara Tepat
Nilai dicalcium phosphate kemurnian tinggi terletak pada kemampuannya menyeimbangkan kalsium dan fosfor dalam pakan, sehingga pengendalian rasio yang tepat mutlak diperlukan. Terlalu banyak fosfor dapat mengganggu penyerapan kalsium, menyebabkan penyakit tulang metabolik, sedangkan kadar fosfor yang tidak mencukupi membatasi pertumbuhan dan produksi. Saat menyusun formulasi pakan, hitung terlebih dahulu kadar kalsium dan fosfor yang sudah ada dari bahan lain (misalnya jagung, bungkil kedelai, alfalfa), lalu gunakan dicalcium phosphate untuk menyesuaikan rasio ke kisaran target. Sebagai contoh, jika pakan babi sudah mengandung 0,8% kalsium dan 0,4% fosfor, penambahan dicalcium phosphate kemurnian tinggi (dengan kandungan ~23% kalsium dan ~18% fosfor) dapat meningkatkan kadar fosfor menjadi 0,6% sambil mempertahankan rasio ideal 2:1. Dicalcium phosphate dari Agronutritions memiliki profil nutrisi yang konsisten, sehingga memudahkan perhitungan tambahan yang tepat dan mencegah koreksi berlebihan.
Pastikan Pencampuran Merata untuk Asupan yang Konsisten
Dikalsium fosfat dengan kemurnian tinggi harus dicampur secara merata ke seluruh pakan untuk memastikan setiap hewan mendapatkan dosis nutrisi yang sama. Pencampuran yang tidak merata menyebabkan beberapa hewan mengonsumsi terlalu sedikit (menyebabkan kekurangan) dan yang lainnya terlalu banyak (menimbulkan risiko kesehatan). Mulailah dengan menggiling dikalsium fosfat menjadi bubuk halus—hal ini meningkatkan kemampuan sebarnya dalam pakan. Campurkan jumlah kecil dikalsium fosfat terlebih dahulu dengan bahan mikro lainnya (misalnya vitamin, mineral) untuk membuat premiks, lalu campurkan premiks tersebut ke dalam batch pakan utama. Gunakan mixer berkinerja tinggi (misalnya mixer pita, mixer pisau) dan jalankan sesuai waktu yang direkomendasikan (5–10 menit) untuk memastikan homogenitas. Untuk operasi skala besar, lakukan pengujian pencampuran berkala (misalnya pengambilan sampel dari bagian-bagian berbeda dalam batch) guna memverifikasi distribusi dikalsium fosfat. Dikalsium fosfat dari Agronutritions diproduksi dengan ukuran partikel seragam, mengurangi penggumpalan dan mempermudah pencampuran yang merata.
Sesuaikan dengan Jenis Pakan dan Kondisi Pengolahan
Jenis pakan dan metode pengolahan memengaruhi kinerja dicalcium phosphate berkelaziman tinggi, sehingga diperlukan penyesuaian untuk menjaga keefektifannya. Untuk pakan pelet, stabilitas dicalcium phosphate pada suhu tinggi (hingga 80°C) membuatnya sangat ideal—berbeda dengan beberapa sumber fosfor organik, dicalcium phosphate tidak terdegradasi selama proses peletisasi. Namun, suhu yang terlalu tinggi dapat mengurangi ketersediaan hayati, oleh karena itu suhu pengolahan harus dijaga dalam batas yang direkomendasikan. Untuk pakan cair (misalnya, pengganti susu untuk anak sapi), gunakan dicalcium phosphate yang larut dalam air atau sebarkan serbuknya secara merata untuk mencegah pengendapan. Untuk pakan berbasis hijauan (misalnya, untuk ruminansia), campurkan dicalcium phosphate dengan jerami atau silase pada saat pemberian pakan untuk menghindari kehilangan nutrisi akibat penyimpanan. Agronutritions menawarkan varian dicalcium phosphate yang dioptimalkan untuk berbagai jenis pakan, dari pelet kering hingga formulasi cair, guna memastikan kinerja yang konsisten di berbagai metode pengolahan.

Optimalkan Efisiensi Biaya Tanpa Mengorbankan Kualitas
Dikalsium fosfat kemurnian tinggi menawarkan penghematan biaya jangka panjang dengan meningkatkan tingkat konversi pakan dan mengurangi masalah kesehatan, namun formulator tetap perlu mengoptimalkan penggunaannya agar efisien dari segi biaya. Hindari penggunaan dikalsium fosfat secara berlebihan—jumlah berlebih tidak meningkatkan performa dan hanya menaikkan biaya pakan. Sebagai gantinya, gunakan bahan ini untuk mengisi kekurangan nutrisi tertentu yang diidentifikasi melalui analisis pakan. Pertimbangkan pencampuran dikalsium fosfat kemurnian tinggi dengan sumber fosfor lain (misalnya, monokalsium fosfat, fosfat defluorinasi) untuk menghasilkan campuran yang seimbang dan hemat biaya. Sebagai contoh, menggabungkan dikalsium fosfat (biaya lebih rendah, rasio Ca:P seimbang) dengan monokalsium fosfat (ketersediaan fosfor lebih tinggi) dapat memenuhi kebutuhan tinggi (misalnya, sapi perah laktasi) dengan biaya lebih rendah dibandingkan penggunaan salah satunya secara terpisah. Agronutritions menyediakan dukungan teknis untuk membantu formulator menghitung tingkat inklusi optimal, memastikan mereka memperoleh nilai maksimal dari dikalsium fosfat kemurnian tinggi sambil tetap dalam anggaran.