Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Email
Ponsel/WhatsApp
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000

Berita

Beranda >  Berita

Cara menggunakan mycoprotein alami dalam formulasi pakan ternak?

Nov.22.2025
0560dce4daec84595432e465917f3773.jpg
Mikoprotein alami telah muncul sebagai bahan yang mengubah permainan dalam formulasi pakan hewan modern. Diperoleh dari fermentasi jamur, komponen kaya nutrisi ini menawarkan alternatif yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi terhadap sumber protein tradisional. Seiring industri pakan beralih ke solusi yang ramah lingkungan dan efisien, mikoprotein menonjol karena daya cerna yang sangat baik serta profil asam amino yang seimbang. Baik Anda merancang pakan untuk unggas, babi, ruminansia, maupun spesies akuakultur, memahami cara menggunakan mikoprotein secara efektif dapat meningkatkan kualitas pakan dan performa hewan. Mari kita bahas cara praktis memasukkan bahan alami ini ke dalam resep pakan Anda.

Ciri Nutrisi Utama Mikoprotein Alami

Mikoprotein alami memiliki kualitas nutrisi yang mengesankan dan bermanfaat bagi nutrisi hewan. Kandungan protein kasarnya tinggi, biasanya berkisar antara 40 hingga 60%, menjadikannya sumber asam amino esensial yang kuat. Berbeda dengan beberapa protein nabati, mikoprotein menyediakan profil asam amino lengkap yang mencakup kebutuhan hewan ternak dan hewan akuatik untuk pertumbuhan dan pemeliharaan. Mikoprotein juga kaya akan serat makanan dan mineral mikro yang mendukung kesehatan pencernaan serta kekebalan tubuh secara keseluruhan. Keunggulan lainnya adalah kandungan lemaknya yang rendah, sehingga membantu mempertahankan kondisi tubuh hewan dalam keadaan optimal. Bagi formulator pakan, kompatibilitas mikoprotein dengan bahan-bahan lain seperti suplemen mineral dan rangkaian protein nabati membuatnya menjadi tambahan yang serbaguna dalam berbagai formula pakan.

Aplikasi dalam Pakan Unggas dan Babi

Unggas dan babi dapat memperoleh manfaat signifikan dari mycoprotein dalam makanan mereka. Untuk unggas seperti broiler dan layer, penambahan 5 hingga 8% mycoprotein ke dalam pakan meningkatkan laju pertumbuhan dan efisiensi konversi pakan. Broiler yang diberi pakan mengandung mycoprotein menunjukkan perkembangan otot yang lebih baik dan mengurangi pemborosan pakan, sementara layer menghasilkan telur dengan cangkang yang lebih kuat dan kualitas yang konsisten. Dalam pakan babi, mycoprotein bekerja dengan baik pada semua tahap pertumbuhan. Penambahan 3 hingga 6% ke dalam pakan starter mendukung proses penyapihan yang sehat dan adaptasi pencernaan, sedangkan dalam pakan finisher mendukung pertambahan berat badan yang efisien. Komposisi alami mycoprotein memastikan bahwa bahan ini dapat tercampur sempurna dengan tepung gluten jagung, DDGS, dan bahan pakan umum lainnya, sehingga mudah diintegrasikan ke dalam formulasi yang ada tanpa mengurangi daya tarik rasa.

Penggunaan dalam Pakan Ruminansia dan Akuakultur

Hewan ruminansia dan spesies akuakultur juga merespons positif terhadap penambahan mikoprotein. Untuk sapi, domba, dan kambing, mikoprotein berfungsi sebagai suplemen protein bernilai yang melengkapi hijauan dan pakan kasar. Penambahan 4 hingga 7% mikoprotein ke dalam pakan ruminansia mendukung kesehatan rumen dan penyerapan nutrisi berkat kandungan serat dan energi pelepasan lambatnya. Dalam budidaya akuakultur, mikoprotein merupakan pilihan unggul untuk pakan ikan dan udang. Teksturnya yang halus dan daya cerna tinggi membuatnya ideal bagi hewan air yang memiliki sistem pencernaan sensitif. Penggunaan 6 hingga 10% mikoprotein dalam pakan ikan meningkatkan kinerja pertumbuhan dan angka kelangsungan hidup, sekaligus memperkuat ketahanan terhadap penyakit. Selain itu, mikoprotein mengurangi pencemaran air dibandingkan beberapa sumber protein tradisional karena meminimalkan limbah yang tidak tercerna.

Tips Praktis untuk Keberhasilan Penerapan

Untuk memaksimalkan penggunaan mycoprotein dalam formulasi pakan, ikuti tips praktis berikut. Pertama, pastikan pencampuran yang tepat agar mycoprotein tersebar merata di seluruh pakan. Hal ini mencegah penggumpalan dan menjamin setiap hewan menerima dosis nutrisi yang konsisten. Perhatikan dosis karena jumlah berlebih dapat memengaruhi asupan pakan; mulailah dengan persentase rendah dan sesuaikan berdasarkan respons hewan. Kombinasikan mycoprotein dengan bahan pelengkap seperti kalsium fosfat dan pupuk yang larut dalam air untuk menciptakan pola makan seimbang. Gunakan mycoprotein dari pemasok terpercaya yang mematuhi standar kualitas seperti sertifikasi FDA dan ISO guna menjamin keamanan dan kemurnian. Secara rutin uji sampel pakan untuk memantau kadar nutrisi dan sesuaikan formulasi sesuai kebutuhan berbagai spesies hewan dan tahap pertumbuhannya.
Mengintegrasikan mycoprotein alami ke dalam formulasi pakan ternak merupakan langkah cerdas bagi produsen pakan maupun peternak. Kepadatan nutrisi, keberlanjutan, dan fleksibilitasnya membuat mycoprotein cocok digunakan untuk berbagai spesies hewan. Dengan memanfaatkan sifat-sifat utamanya serta menerapkan metode aplikasi yang tepat, Anda dapat meningkatkan kesehatan hewan, performa pertumbuhan, dan efisiensi pakan. Seiring industri terus mengutamakan praktik berkelanjutan, mycoprotein terbukti bukan sekadar bahan tambahan, melainkan solusi yang selaras dengan tujuan pertanian modern. Baik Anda mengoptimalkan pakan untuk unggas, babi, ruminansia, maupun akuakultur, mycoprotein menawarkan cara alami untuk memperkaya formulasi dan mencapai hasil yang lebih baik.