Mioprotein telah menjadi terobosan besar di industri pakan, dan semakin banyak produsen pakan yang beralih ke sumber protein berkualitas tinggi ini. Seiring meningkatnya permintaan akan bahan pakan yang efisien dan berkelanjutan, menentukan jumlah mioprotein yang tepat menjadi pertanyaan utama bagi banyak pelaku di bidang ini. Berbeda dengan beberapa sumber protein tradisional yang mungkin memiliki biaya tinggi atau dampak lingkungan, mioprotein menawarkan profil nutrisi seimbang yang mendukung pertumbuhan hewan tanpa memberikan tekanan berlebih pada sumber daya. Kemampuannya dalam menyediakan asam amino esensial membuat mioprotein menjadi tambahan bernilai dalam berbagai formulasi pakan, baik untuk unggas, babi, maupun hewan akuatik.
Faktor-faktor utama yang membentuk rasio optimal
Beberapa faktor berperan dalam menentukan rasio penambahan mycoprotein yang optimal. Pertama, jenis hewan yang diberi pakan sangat penting. Kebutuhan protein hewan muda yang masih dalam fase pertumbuhan berbeda dibandingkan hewan dewasa, sehingga rasionya harus disesuaikan. Misalnya, pakan starter untuk anak ayam atau anak babi mungkin memerlukan rasio mycoprotein yang lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan cepat. Kedua, bahan-bahan yang sudah ada dalam campuran pakan dapat memengaruhi jumlah mycoprotein yang dibutuhkan. Jika pakan sudah mengandung komponen berkadar protein tinggi lainnya, rasio mycoprotein bisa lebih rendah untuk menghindari kelebihan protein. Ketiga, biaya pakan merupakan pertimbangan praktis—meskipun mycoprotein hemat biaya, menyeimbangkannya dengan bahan lain memastikan pakan akhir tetap bergizi dan terjangkau.
Wawasan penelitian dari uji coba pakan
Penelitian terbaru di industri pakan memberikan petunjuk berharga mengenai rasio mycoprotein yang efektif. Sebuah uji coba pada ayam broiler menemukan bahwa penambahan mycoprotein sebesar 8% hingga 12% dalam pakannya menghasilkan peningkatan berat badan dan tingkat konversi pakan yang lebih baik dibandingkan rasio yang lebih rendah. Studi lain pada ikan muda menunjukkan bahwa penambahan mycoprotein sebesar 10% hingga 15% meningkatkan perkembangan otot dan ketahanan terhadap penyakit. Untuk babi, uji coba menunjukkan bahwa mycoprotein sebesar 6% hingga 10% dalam pakan penggemukan mendukung pertumbuhan sehat tanpa menyebabkan gangguan pencernaan. Hasil ini menunjukkan bahwa rasio optimal tidak bersifat satu ukuran untuk semua, tetapi terdapat kisaran konsisten yang cocok untuk kelompok hewan yang berbeda.
Kisaran rasio penambahan yang direkomendasikan
Berdasarkan penelitian industri dan penerapan praktis, rasio penambahan optimal mycoprotein dalam pakan umumnya berkisar antara 6% hingga 15%. Untuk hewan muda seperti babi starter atau anak ayam, ujung atas kisaran ini (10% hingga 15%) lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan protein yang tinggi. Untuk hewan dewasa atau yang menjalani diet pemeliharaan, rasio yang lebih rendah (6% hingga 9%) sudah cukup untuk menjaga kesehatan dan performa mereka. Perlu dicatat bahwa kisaran ini dapat disesuaikan berdasarkan tujuan nutrisi spesifik dari pakan tersebut. Jika tujuannya adalah meningkatkan laju pertumbuhan, menggunakan rasio yang lebih tinggi lebih baik; jika pengendalian biaya menjadi prioritas, rasio sedang tetap memberikan hasil yang baik.
Tips praktis dan tinjauan masa depan
Saat menambahkan mikoprotein ke dalam pakan, sebaiknya mulai dari ujung bawah kisaran yang direkomendasikan dan menyesuaikannya berdasarkan respons hewan. Pemantauan terhadap peningkatan berat badan, asupan pakan, dan kesehatan secara keseluruhan membantu menyempurnakan rasio untuk hasil yang optimal. Seiring industri pakan terus mengutamakan keberlanjutan, mikoprotein diperkirakan akan memainkan peran yang semakin besar. Penelitian di masa depan mungkin akan mengungkap rasio yang lebih tepat untuk jenis hewan tertentu dan sistem produksi tertentu, menjadikan mikoprotein sebagai bahan yang semakin andal. Dengan menggunakan jumlah mikoprotein yang tepat, produsen pakan dapat menciptakan formulasi yang tidak hanya efektif secara nutrisi tetapi juga ramah lingkungan, sehingga memberi manfaat bagi hewan maupun industri secara keseluruhan.