Mycoprotein 70% adalah produk sampingan yang dihasilkan selama produksi monosodium glutamat (MSG), terdiri terutama dari sisa natrium glutamat, protein, asam amino, serta sejumlah kecil garam anorganik. Bahan limbah industri yang tampak biasa ini, pada kenyataannya, kaya akan komponen nutrisi.
I. Spesifikasi Sisa Glutamat untuk Pakan:
Kandungan protein kasar: minimal 70%.
Mengandung 18 asam amino umum.
Kaya akan unsur mineral seperti kalium dan natrium.
Kandungan air umumnya berkisar antara 10% hingga 15%.
II. Sumber Nutrisi Unggul dalam Pakan Ternak
Penggunaan sisa monosodium glutamat (MSG) dalam pakan ternak standar memberikan berbagai manfaat:
Suplementasi Protein: Mikoprotein 70% dapat menggantikan sebagian bahan baku protein mahal seperti bungkil kedelai dan tepung ikan.
Peningkatan Daya Cerna dan Selera Makan: Kehadiran monosodium glutamat merangsang nafsu makan hewan.
Optimalisasi Biaya: Harganya 30% hingga 40% lebih rendah dibandingkan bahan baku protein konvensional.
Bantuan Pencernaan: Asam amino berukuran kecil ini lebih mudah diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh hewan.
III. Nilai Unik dalam Pakan Budidaya Perairan
Bagi hewan akuatik, residu MSG menawarkan keunggulan khas:
Efek Atraktan yang Luar Biasa: Udang dan kepiting sangat sensitif terhadap glutamat, sehingga meningkatkan secara signifikan asupan pakan.
Penurunan Emisi Nitrogen: Profil asam amino yang seimbang membantu meminimalkan pencemaran air.
Peningkatan Ketahanan terhadap Stres: Kandungan glutamat yang tinggi membantu meringankan respons stres, seperti yang terkait dengan transportasi.
Pembentukan Cangkang: Menyediakan prekursor gula amino yang diperlukan untuk sintesis kitin.





Spesifikasi Umum
| Protein Kasar | 70% MIN |
| Garam amonium | 2% MAKS |
| Kelembaban | 8% maks |
| Ash | 10% maks |
| Jumlah dari 18 asam amino | 45% min |
Fitur dan Manfaat Produk
Sumber Protein Berkualitas Tinggi: Dengan konsentrasi protein 70%, Mycoprotein 70% menyediakan asam amino esensial yang mendukung pertumbuhan otot, perbaikan jaringan, serta kesehatan secara keseluruhan.
Pencernaan yang Sangat Baik: Protein ini sangat mudah dicerna, sehingga meningkatkan efisiensi pakan dan penyerapan nutrisi, yang berujung pada pertumbuhan yang lebih baik serta pengurangan limbah.
Hemat Biaya: Menyediakan alternatif protein terjangkau dibandingkan sumber tradisional seperti tepung ikan dan tepung kedelai.
Berkelanjutan & Non-GMO: Diproduksi melalui fermentasi mikroba, produk ini merupakan sumber protein alami dan ramah lingkungan dengan dampak lingkungan minimal.
Aplikasi dalam Nutrisi Ternak
Pakan Unggas: Mycoprotein 70% meningkatkan perkembangan otot, mendukung pertumbuhan awal, dan memperbaiki efisiensi konversi pakan, sehingga menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.
Pakan Babi: Meningkatkan penambahan berat badan, mendukung kesehatan pencernaan, serta memperbaiki pemanfaatan pakan dalam ransum babi fase penyapihan maupun penggemukan.
Ruminansia: Menyediakan protein yang mudah dicerna, sehingga meningkatkan produksi susu, penambahan berat badan, dan efisiensi pakan secara keseluruhan.
Pakan Akuakultur: Meningkatkan asupan pakan, mendorong pertumbuhan, serta berkontribusi pada kualitas air yang lebih baik dan kesehatan ikan secara keseluruhan.
Rekomendasi Pemberian Pakan
Unggas: Penggunaan 5–15% dalam ransum ayam pedaging atau ayam petelur.
Babi: Penggunaan 3–10% dalam ransum babi fase penyapihan dan penggemukan.
Ruminansia: Penggunaan 2–8% dalam ransum sapi perah dan sapi potong.
Akuakultur: Penggunaan 5–10% dalam ransum ikan dan udang.
Mengapa Memilih Mycoprotein 70%
Mudah Dicerna & Efisien: Memaksimalkan penyerapan nutrisi dan mendukung pertumbuhan hewan.
Berkelanjutan & Terjangkau: Alternatif sumber protein tradisional yang hemat biaya dan ramah lingkungan.
Mendukung Produktivitas Peternakan: Meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan, dan kesehatan pada berbagai spesies.