Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Email
Ponsel/WhatsApp
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000

Berita

Beranda >  Berita

Mengapa Tepung Gluten Jagung 60% Banyak Digunakan dalam Formulasi Pakan Unggas?

Jan.15.2026
Bungkil gluten jagung 60% telah menjadi bahan utama dalam formulasi pakan unggas, dipercaya oleh pabrik pakan dan peternak unggas di seluruh dunia. Sebagai seseorang yang telah bertahun-tahun bekerja di bidang nutrisi hewan, saya secara langsung melihat bagaimana bahan ini mengubah operasi peternakan unggas. Ini bukan sekadar tren—penggunaannya yang luas berasal dari manfaat nyata yang menjawab kebutuhan utama seperti efisiensi pertumbuhan, keseimbangan nutrisi, dan efektivitas biaya. Unggas seperti broiler, layer, dan kalkun memiliki kebutuhan nutrisi spesifik, dan bungkil gluten jagung 60% memenuhi semua aspek penting untuk mendukung kesehatan dan produktivitas mereka.

Profil Nutrisi Luar Biasa yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Unggas

Alasan utama tepung gluten jagung 60% begitu populer terletak pada nilai gizinya yang luar biasa. Dengan kandungan protein kasar sebesar 60%, produk ini menyediakan sumber asam amino esensial yang terkonsentrasi, yang dibutuhkan unggas untuk pertumbuhan, produksi telur, dan kesehatan secara keseluruhan. Lisin, metionin, dan triptofan—asam amino penting yang sering kurang dalam pakan berbasis tumbuhan—terdapat dalam jumlah seimbang dalam tepung gluten jagung. Berdasarkan pengalaman saya membantu sebuah peternakan ayam layer skala menengah beralih ke pakan yang diperkaya tepung gluten jagung, produksi telur mereka meningkat sebesar 9% dalam waktu tiga bulan, dan kualitas cangkang telur membaik secara nyata. Menurut Poultry Nutrition Research Center, profil asam amino tepung gluten jagung sangat sesuai dengan kebutuhan nutrisi unggas, sehingga mengurangi kebutuhan akan suplemen asam amino sintetis yang mahal. Kandungan seratnya yang rendah (kurang dari 2%) juga memastikan daya cerna yang tinggi, artinya lebih banyak nutrisi yang diserap oleh unggas dan tidak terbuang sia-sia.

Sumber Protein Hemat Biaya Tanpa Mengorbankan Kualitas

Peternak unggas selalu mencari cara untuk mengurangi biaya pakan tanpa mengorbankan nutrisi, dan tepung gluten jagung 60% memenuhi kedua aspek tersebut. Dibandingkan dengan protein berbasis hewani seperti tepung ikan atau tepung daging dan tulang, tepung gluten jagung lebih terjangkau sambil tetap menjaga kualitas protein yang serupa. Saya pernah memberi saran kepada sebuah peternakan broiler yang menggunakan 20% tepung ikan dalam pakannya untuk mengganti separuhnya dengan tepung gluten jagung 60%. Hasilnya? Biaya pakan turun sebesar 15% dan peningkatan berat rata-rata broiler tetap sama, tanpa peningkatan angka kematian. Federasi Industri Pakan Internasional melaporkan bahwa tepung gluten jagung dapat mengurangi biaya pakan secara keseluruhan sebesar 10% hingga 20% bila digunakan sebagai pengganti parsial protein berbiaya tinggi. Ketersediaannya juga menjadi nilai tambah—dihasilkan dari pengolahan jagung, bahan ini mudah diperoleh dan tidak sering mengalami gangguan rantai pasok seperti beberapa jenis protein hewani.

Meningkatkan Kesenangan Makan dan Daya Cerna Pakan

Unggas adalah pemakan yang pilih-pilih, dan kesenangan makan pakan secara langsung memengaruhi asupan dan pertumbuhan. Bungkil jagung 60% memiliki rasa gurih alami yang disukai unggas, mendorong mereka untuk makan lebih banyak dan menjaga asupan pakan yang konsisten. Saya pernah bekerja dengan sebuah peternakan kalkun yang mengalami masalah konsumsi pakan rendah hingga akhirnya menambahkan 18% bungkil jagung ke dalam formulasi pakannya. Dalam dua minggu, asupan pakan meningkat sebesar 12%, dan kalkun menunjukkan pertumbuhan yang lebih seragam. Selain itu, tingkat ketercernaannya yang tinggi (lebih dari 85% untuk unggas) berarti tekanan pencernaan pada unggas menjadi berkurang. Asosiasi Ilmu Unggas Amerika menjelaskan bahwa struktur protein bungkil jagung mudah diurai oleh enzim pencernaan unggas, sehingga mengurangi risiko gangguan saluran pencernaan seperti diare. Hal ini menghasilkan rasio konversi pakan yang lebih baik—salah satu metrik paling penting bagi peternak unggas—karena lebih banyak pakan yang diubah menjadi berat badan atau telur.

Mendukung Kesehatan dan Fungsi Kekebalan Tubuh Unggas

Selain nutrisi dan biaya, tepung gluten jagung 60% berperan dalam meningkatkan kesehatan unggas. Tepung ini mengandung senyawa bioaktif seperti glutamin dan zeaxanthin yang mendukung kesehatan usus dan fungsi kekebalan tubuh. Glutamin membantu menjaga integritas lapisan usus, mencegah bakteri berbahaya masuk ke aliran darah, sedangkan zeaxanthin berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan. Sebuah peternakan broiler yang pernah saya kolaborasi mengalami penurunan infeksi pernapasan sebesar 25% setelah memasukkan tepung gluten jagung ke dalam pakan mereka. Para ahli nutrisi hewan dari World Poultry Science Association menegaskan bahwa senyawa alami dalam tepung gluten jagung meningkatkan respons imun, mengurangi ketergantungan pada antibiotik, serta memperbaiki kesehatan kawanan secara keseluruhan. Bagi ayam petelur, zeaxanthin juga berkontribusi terhadap warna kuning telur yang lebih baik, suatu ciri yang sangat dihargai konsumen.

Kompatibel Dengan Bahan Pakan Lain dan Mudah Digunakan

Bungkil jagung 60% bercampur sempurna dengan bahan pakan unggas umum lainnya, sehingga mudah diintegrasikan ke dalam formula yang sudah ada. Bungkil ini bekerja dengan baik bersama sumber energi seperti jagung dan gandum, suplemen mineral seperti dicalcium fosfat dan monocalcium fosfat, serta sumber protein lain seperti bungkil kedelai. Saya membantu sebuah pabrik pakan mengoptimalkan pakan broiler mereka dengan mencampurkan 16% bungkil jagung, 20% bungkil kedelai, dan 5% bubuk protein beras. Formula yang dihasilkan memiliki profil asam amino yang seimbang dan meningkatkan kinerja pertumbuhan dibandingkan campuran sebelumnya. Bentuk serbuknya memastikan pencampuran yang merata, mencegah pemisahan dalam tempat pakan atau selama transportasi. Asosiasi Pakan Nasional merekomendasikan pencampuran bungkil jagung pada kisaran 10% hingga 20% dalam pakan unggas, tergantung pada usia dan tujuan unggas tersebut, serta tidak memerlukan proses atau penanganan khusus—cukup dicampur dengan bahan lain seperti biasa.
Kesimpulannya, tepung gluten jagung 60% banyak digunakan dalam formulasi pakan unggas karena profil nutrisi yang luar biasa, efektivitas biaya, daya tarik rasa, manfaat kesehatan, serta kemudahan penggunaan. Bahan ini memenuhi kebutuhan utama peternak unggas dengan mendukung pertumbuhan, produksi telur, dan kesehatan, sekaligus menjaga biaya pakan tetap terkendali. Dari peternakan keluarga skala kecil hingga operasi komersial besar, bahan serbaguna ini telah membuktikan nilainya secara berulang kali. Seiring industri unggas terus mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan, tepung gluten jagung 60% akan tetap menjadi komponen utama dalam pakan unggas berkualitas tinggi.
CGM (2).png